-
Mengapa begini mengapa begitchu?
Selasa, 19 Oktober 2010 00:11 Keluargaini pertanyaannya cuy
-
Pellentesque facilisis feugiat a lorem suscipit
Rabu, 20 Oktober 2010 01:15 Hukum IslamBefore we move on, there are some handy methods available to us of which you should be aware. We can interrogate the editor to get some useful JavaScript snippets.
-
Date/Time Functions PHP Manual
Rabu, 20 Oktober 2010 06:45 KeluargaFormat the time and/or date according to locale settings. Month and weekday names and other language-dependent strings respect the current locale set with setlocale().
-
Antara Istri & Keluarga
Kamis, 21 Oktober 2010 19:02 Keluarga<p>Assalamu'alaikum Wr. Wb.</p> <p>Saya mau sedikit cerita ustadz sebelum saya bertanya tentang dilema dalam hati saya selama ini. Belum pernah saya menanyakan hal ini kepada orang terdekat/teman terdekat sekalipun, karena menurut saya ini sesuatu yang sangat privasi.</p> <p>Saya bertemu dengan istri saya/bisa dibilang pacaran selama setahun, pada saat istri saya kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Setahun kami pacaran (kondisi saya saat itu baru lulus kuliah, namun kuliah yang ikatan dinas jadi langsung kerja, tinggal tunggu di tempatkan saja) istri saya minta dinikahi. akhirnya belum satu tahun saya bekerja, saypun menikahi istri saya tersebut.</p> <p>Saat pacaran dulu pernah saya membawanya ke rumah orang tua saya, awalnya kondisinya baik2 saja. Hingga suatu ketika Orang Tua saya menasihati istri saya pada saat dateng ke rumah. Istri saya typenya tidak suka dibilangin orang, sehingga ada perasaan dendam dalam hatinya.</p> <p>Pada saat akan menjelang pernikahan, ayah saya tercinta tidak menyetujui saya menikah di usia yang masih semuda itu, menurut beliau. Dan baru saja bekerja, belum bisa menikmati uang hasil keringatnya sendiri untuk seneng2. Begitu kata ayah saya. Namun saya tetap bersikukuh menjalankan pernikahan itu.</p> <p>Karena lokasi yang berjauhan antara saya di sekitar jakarta dan rumah istri di jawa timur, maka tidak banyak keluarga besar saya yang dapat mengantarkan saya ke pernikahan saya saat itu. Termasuk Ayah saya yang juga belum mau untuk berangkat mengantarkan pernikahan saya saat itu.</p> <p>Hingga menjelang berangkat seluruh keluarga membujuk Ayah saya untuk berangkat, yang pada akhirnya beliau bersedia juga untuk berangkat.</p> <p>Karena lokasi yang berjauhan, dan memang dikeluarga saya selama ini klo pihak laki yang dinikahi, maka tidak banyak yang bisa dibantu oleh pihak keluarga saya. Sehingga kami hanya datang saja pada saat itu tanpa membantu apa2. dan hal itu menambah kebencian istri terhadap keluarga saya.</p> <p>Beberapa hari setelah nikah, saya langsung membawa istri saya ketempat dimana saya bekerja, yakni di pulau sumatera.</p> <p>Setahun setelah saya bawa ketempat saya bekerja, istri saya mendapat pekerjaan sebagai PNS disana.</p> <p>Saat ini, telah 3 tahun saya menikah namun belum diberi keturunan. dan sikap istri terhadap keluarga besar saya masih sama sejak awal menikah, yakni BENCI.</p> <p>Apabila mendengar nama keluarga saya langsung dia marah terhadap saya. Dia termasuk type yang suka meledak2. Bahkan bisa dibilang berusaha untuk memutuskan saya dengan keluarga saya, dengan coba menghapus nomor telp. keluarga saya yang ada di hp saya. Namun alhamdulillah saya dapat menghafal beberapa nomor HP keluarga saya, terutama orang tua dan keluarga inti, spt kakak2 saya.</p> <p>Sehingga setiap saya telp ke keluarga saya saya selalu berbohong.. apa bila jujur, jadinya marah. Bahkan sampai mengancam untuk bercerai dengan saya.</p> <p>Pada dasarnya ia orang yang sangat baik, namun hanya terhadap saya, tidak ke keluarga saya.. Jujur, Penyayang, Setia, dan baik sekali..</p> <p>3 tahun nikah, telah beberapa kali kami pulang ke rumah orang tuanya, namun baru 2 kali ke Jakarta. Itupun hanya beberapa hari dan pada waktu lebaran saja..</p> <p>Saya selau baik kepada mertua saya, tidak pernah sekalipun saya jaht terhadap mereka, namun itu tidak didapatkan istri saya terhadap keluarga saya. meskipun selama ini sikap orang tua saya selalu baik terhadapnya. Memang dia tidak pernah menunjukkan tidak sukanya terhadap keluarga saya secara langsung, tp dengan tidak pernah dateng ke jakarta, dan tidak pernah bicara di telp dengan orang tua saya, telah membuat orang tua saya berkesimpulan kalau saya dihalang2i oleh istri untuk bisa berkomunikasi dengan mereka. Saya pun terpaksa menutup2i semua itu.</p> <p>Bahkan, ketika kami ke jakarta pun, tidak menginap di tempat keluarga saya. melainkan di Hotel.</p> <p>Ada peristiwa yang membuat saya berpikir dengan sangat keras, bahkan untuk mengambil tindakan yang paling Allah Benci, yakni perceraian, ketika kakak saya tertua dateng ke kota tempat saya bekerja. Saat itu istri saya tidak mau menemui, sehingga sayapun berbohong dan blang dia sedang ke luar kota. Ada Dinas Luar. Saat saya berbicara dengan Kakak saya, dia bercerita banyak tentang Orang Tua...</p> <p>Suatu ketika keluarga saya dan semua anak menantu pergi berlibur di puncak Bogor, villa kakak saya. mereka berkumpul bersama, bercanda2. dan pada suatu kesempatan Ibunda saya tercinta terlontar kata "Wah Saya seperti anak HILANG saja.. Sejak nikah malah jarang berkumpul dengan keluarga"</p> <p>Bak tersambar petir di siang bolong rasanya mendengar itu. Hampir menangis saya mendengarnya, apabila bukan kondisi ditempat umum dan di depan kakak saya saat itu.</p> <p>Saya tidak yakin perkataan saya didengar oleh istri saya itu, apalagi terkait keluarga saya apapun yang saya katakan selalu tidak benar. Pernah suatu saat kita bertengkar hebat, saya berkata "saya cuman pengen ada keajaiban yang bisa mengubah sikap kamu terhadap keluargaku", malah dia makin nangis dan minta Cerai....</p> <p>Tolong saya ustadz.. apakah benar tindakan saya apabila saya memutuskan tali pernikahan ini???saya hanya takut jadi anak durhaka...meskipun hampir setiap minggu saya menghubungi keluarga tercinta saya, terutama ayah dan ibu saya..</p> <p>mohon petunjuknya</p> <p>Wassalamu'alaikum wr. wb.</p>
-
Gugat Cerai Karena Suami Pindah Agama
Rabu, 20 Oktober 2010 20:04 Hukum Islam<p><em>Assalamu’alaikum. Wr.Wb.</em></p> <p>Ibu Evi Risna Yanti, saya Rani. Saya mohon masukan Ibu untuk permasalahan hukum yang sedang saya hadapi. Adapun permasalahannya adalah sebagai berikut:</p> <p>Pada tahun 1994 saya menikah dengan seorang lelaki yang sebelumnya non Muslim. Sebelum pernikahan, beliau memeluk agama Islam. Sehingga pernikahan kami dilangsungkan menurut tata cara agama Islam. Tetapi dalam perjalanan pernikahan kami, saat ini sudah lebih kurang satu tahun terakhir, kami berpisah karena ia kembali ke agamanya semula, dan saya berniat mengajukan Gugatan Cerai. Kemana saya harus mengajukan Gugatan Cerai, karena kami sudah berbeda agama?</p> <p>Dari pernikahan, kami dikaruniai 2 orang putri. Masalah lainnya bagi saya, dikarenakan ia minta anak dibagi, satu ikut dia dan satu ikut saya. Apa yang dapat saya lakukan untuk menolak permintaannya tersebut Bu?</p> <p>Atas nasehat dan masukan Ibu, saya ucapkan terima kasih.</p> <p><em>Wassalamu'alaikum Wr Wb</em></p>

